takpenting

coretan Takpenting

Awali dengan Niat

Posted by takpenting pada Juni 5, 2016

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima setelah syahadat, sholat, zakat, dan puasa. Setiap muslim wajib menunaikan ibadah haji, jika mampu secara materi maupun fisik. Haji dilaksanakan pada setiap bulan Zulhijjah, inilah yang membedakannya dengan ibadah umroh yang dapat dilaksanakan kapan pun. Negara Indonesia adalah penyumbang jamaah haji terbesar di dunia, tidak mengherankan karena populasi muslim di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia.

Agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, Arab Saudi selaku ‘tuan rumah’ dari tahun ke tahun selalu menerapkan kuota jamaah haji dari tiap negara. Hal ini dimaksudkan untuk membatasi jumlah jamaah haji yang datang ke negara tersebut pada musim haji agar tidak terjadi kepadatan yang terlalu tinggi, dengan tujuan agar ibadah para jamaah haji tidak terganggu, serta aman, dan nyaman.

Dengan penerapan kuota jamaah haji yang terbatas serta animo masyarakat Indonesia untuk berhaji yang cukup tinggi tersebut, ngga heran antrian daftar tunggu keberangkatan haji di Indonesia cukup tinggi, hingga bisa mencapai belasan tahun. Untuk itu diperlukan beberapa persiapan sejak dini, salah satunya mendaftar haji.

Apalah artinya niat untuk berhaji, jika niat tersebut tidak disertai dengan perbuatan untuk mewujudkannya. Nggak cukup di dalam hati saja. Memang biaya haji reguler cukup lumayan tinggi, untuk mensiasatinya dengan cara menabung. Ya! Kapan lagi kalau ngga nabung dari sekarang. Dengan usia saya yang udah 20-an, memang agak telat sih, tapi better late than never kan? Hehe..

Yang penting udah ada niat, dan ada usaha untuk mewujudkannya..Insya Allah kalo udah ada waktunya bakalan dipanggil ke tanah suci, Aamiin..Lebih bagus lagi emang nabung sejak anak-anak sih, karena seperti yang udah saya katakan tadi, ibadah haji ini diperlukan persipan materi dan fisik. Dengan usia yang udah mulai menua, kondisi fisik/badan yang tidak sebagus saat muda dulu, bisa jadi akan menjadi kendala dalam berhaji kelak (mudah-mudahan tetap sehat ya), apalagi ibadah haji ini memang ngandelin fisik.

Ngebayangin saat umroh dulu aja (Cuma sekitar 10 hari) lumayan capek, apalagi haji yang sekitar sebulan lebih (untuk ONH reguler). Sejak dari awal keberangkatan ,perjalanan dari Indonesia menuju Jeddah (Arab Saudi) menempuh waktu yang ngga sebentar, sekitar 8 jam! Capek loh 8 jam di pesawat, walaupun ngga ngapa-ngapain (makan-tidur-makan-tidur-makan) ya minimal kesemutan, hehe…sesampainya di Jeddah kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah atau Madinah dengan menggunakan bus selama beberapa jam. Aktivitas selama di kota suci Mekkah ataupun Madinah antara lain ziarah ke tempat-tempat suci dan berziarah. Memperbanyak amalan sunnah. Tiap hari minimal 5 kali ke mesjid untuk melaksanakan sholat fardhu berjamaah. Bolak-balik hotel/penginapan ke mesjid cukup lumayan menguras fisik juga, apalagi dapet peniginapan yang lokasinya cukup jauh. Belum lagi adaptasi cuaca disana, kadang dingin banget, kadang terik, panas banget. Hmmm.. memang butuh kondisi fisik yang prima yah. Belum lagi jalan-jalan buat nyari oleh-oleh, Upss.. :p

Nah untuk menjawab kebutuhan masyarakat kita yang pengen berangkat haji ini, BRI Syariah punya program menarik nih, yaitu Tabungan Haji BRI Syariah iB,( hehe..promosi dikit gakpapa ya, karna kebetulan saya udah jadi nasabah di bank ini sejak tahun lalu). Berbagai kemudahan misalnya, setoran awal yang ringan, gratis biaya admin, dapet bagi hasil (kalo di bank konvensional disebut bunga, tapi sesuai prinsip syariah), gratis asuransi jiwa&kesehatan, dll. Dan yang lebih menarik lagi, para orangtua bisa bikinin rekening untuk anak-anak mereka loh, Menabung sejak kecil! Penting untuk mengajarkan anak-anak untuk menabung.

Kalo yang tertarik coba cek aja, hari gini mah tinggal googling aja atau ke bank nya langsung ya🙂

Yok, nabung, biar bisa naik haji🙂

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Peduli Lingkungan melalui Paperless

Posted by takpenting pada Desember 1, 2012

Akhir-akhir ini sering mendengar kata Paperless. Sebenarnya apa itu Paperless?
Paperless adalah suatu usaha mengurangi pemakaian kertas, namun bukan meniadakan pemakaian kertas sama sekali. Karena kita hampir ngga mungkin (atau masih belum?) hidup tanpa ketas dalam kegiatan sehari-hari
konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) beberapa tahun ini gencar disuarakan oleh para aktivis pecinta lingkungan. Reduce yang artinya mengurangi penggunaan, Reuse yang artinya untuk menggunakan kembali, dan Recycle yang artinya untuk mengolah kembali. Paperless merupakan bagian dari wujud Reduce.
Memang, kertas sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Penggunaan kertas makin meningkat di mana-mana. Dapat kita bayangkan, sebuah kantor, kampus, sekolah merupakan tempat-tempat yang di dalamnya menggunakan ribuan bahkan jutaan kertas. Kertas-kertas tersebut dipakai mulai dari untuk coret-coretan, memo, notulensi, buku tulis, skripsi hingga dokumen laporan.
Kita semua tahu (atau pura-pura tidak tahu?) bahan baku kertas adalah kayu. Jadi, untuk menghasilkan kertas, pabrik kertas harus menebang pohon dengan jenis dan kualitas tertentu. Semakin banyak kebutuhan akan kertas artinya semakin banyak pohon yang akan ditebang. Kasus penebangan liar pada hutan yang berimplikasi pada degradasi hutan dan deforestsasi atau penurunan terhadap kuantitas pohon di hutan.
Apabila semakin banyak hutan yang digunduli untuk ditebang, maka kerusakan lingkungan seperti ini akan berakibat pada perubahan iklim dan global warming. Misalnya efek rumah kaca, yang yang diakibatkan kurangnya penyerapan karbondioksida. Efek rumah kaca akan meningkatkan suhu bumi, lalu akan berakibat pada banyaknya gejala cuaca yang aneh seperti El Nino, La Nina, mencairnya es di kutub dan bencana alam lainnya.
Dapat kita dibayangkan seberapa luas hutan yang harus ditebang untuk menghasilkan kertas. Untuk ilustrasi (dari yang saya baca dari beberapa sumber), pembuatan satu rim kertas A4 bisa menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun. Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak. Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384. 000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran. Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 12 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.
Nah, balik lagi tentang Paperless, saya pernah membaca di sebuah koran nasional bahwa di negara-negara maju seperti misalnya di Amerika, Kanada, serta Negara Eropa lainnya, masyarakat disana mulai meninggalkan kebiasaan membaca Koran ‘konvensional’ (baca:Koran cetak). Di Negara-negara tersebut kini lebih populer koran online, yang mengakibatkan banyaknya perusahaan koran cetak di sana yang bangkrut ataupun berkurang jauh pendapatannya. Masyarakat kini lebih sering membaca berita online, karena lebih real time.

Di Indonesia sendiri, beberapa media massa terkenal mulai menyediakan Koran Digital atau e-paper yang isinya sama persis dengan versi cetaknya. Misalnya Kompas, Republika, Tempo, dll. Ada yang berbayar, adapula yang masih menggratiskannya.
Manfaat paperless
Paperless memiliki manfaat bukan hanya untuk lingkungan, namun juga untuk kita sendiri. Untuk lingkungan, untuk menjaga kelestarian hutan, menjaga flora dan fauna yang ada di hutan agar tidak punah, mencegah terjadinya degradasi hutan dan deforestasi hutan, mencegah global warming, mengimbangi jumlah karbon yang ada di bumi. Sedangkan manfaat bagi manusia yakni efisiensi terhadap biaya produksi, berkurangnya polusi udara dan lain-lain.

Btw, munculnya gadget-gadget baru berteknologi canggih di pasaran juga berperan penting dalam upaya Paperless ini loh. Gadget-gadget seperti tablet computer, PDF Reader memunculkan minat masyarakat untuk ‘meninggalkan’ kertas. Lebih mudah dibaca sambil bersantai atau berbaring dan ringan untuk dibawa, daripada kemana-mana bawa buku tebel? Berat!
Tindakan Nyata Saya
Nah, apa aja sih yang upaya-upaya saya dalam tren Paperless ini?
Saya yang seorang mahasiswa, seringkali mencatat materi perkuliahan dengan mengetiknya di laptop atau smartphone. Hari gini masih nyatet di kertas?!
Oiya, peran kampus dan dosen juga penting banget. Saya sangat salut dengan beberapa dosen saya di kampus yang menyuruh mahasiswanya mengumpulkan tugas makalah/laporan dalam bentuk softcopy atau e-mail. Tindakan ‘kecil’ seperti sangat menghemat kertas. Umumnya dalam satu makalah dengan syarat minimal 20 halaman. Itu baru 1 mahasiswa, coba dikalikan jumlah mahasiswa didikannya? Coba dikalikan jumlah semua mahasiswa dalam 1 kampus? Coba dikalikan seluruh jumlah mahasiswa di Indonesia? Hehe..cukup-cukup, terlalu banyak!
Peran kampus sendiri, di kampus saya, kampus menyediakan fasilitas Elisa. Yaitu semacam situs untuk membantu interaksi dosen dengan mahasiswa dalam hal penugasan, pembahasan materi, dll. Di Elisa ini dosen dapat mengupload materi perkuliahan, sehingga mahasiswa tidak perlu ngeprint atau mengfotocopy materi jika dalam bentuk hardcopy. Hemat kertas!
Tindakan nyata yang saya lakukan dalam mendukung Paperless lainnya misalnya saya ngga perlu mencetak undangan untuk mengajak teman-teman saya untuk menghadiri acara-acara kampus, dll. Saya bisa mengajak mereka via twitter, SMS, atau membuat invitation di Facebook. Mudah! Hemat kertas!
Tindakan nyata lain, saya biasa menggunakan smartphone saya untuk mencatat hal-hal penting agar tidak lupa. Mudah dipindahkan, bisa lewat Bluetooth, e-mail dll. Daripada mencatatnya di kertas memo. Kadang lupa ditaruh dimana, dan kadang mudah hilang. Repot!
Kalaupun harus menggunakan kertas, saya biasa memanfaatkan kembali kertas-kertas bekas yang masih layak dipakai.
Mewujudkan era Paperless memang tak mudah. Diperlukan sosialisasi dan beberapa tantangan. Tidak mudah untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi jika memang ada keinginan, kecintaan kepada lingkungan, ada kepedulian untuk generasi mendatang.

Di pasaran dapat dijumpai kertas daur ulang akan tetapi harga jauh lebih mahal daripada kertas non daur ulang. Sebenarnya kertas daur ulang biayanya tidak besar jika diproduksi dalam jumlah besar. Permasalahannya ketersediaan kertas yang mau didaur ulang itu yang sulit diperoleh dalam jumlah besar. Kenapa? Balik lagi ke perilaku kita yang belum mau mengumpulkan kertas bekas. Jumlah tempat sampah khusus berbahan kertas juga masih jarang.

Tantangan lain, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya tentang pemanfaatan email dan elisa, belum banyak dosen yang memanfaatkannya. Banyak dosen yang tidak menerima laporan atau makalah melalui e-mail, atau tidak menyediakan materi perkuliahan dalam bentuk softcopy.
Mengubah perilaku memang sulit, akan tetapi bila ada kemauan yang kuat pasti bisa..
Saran dan Harapan
Kita perlu meniru hal-hal kecil di Negara-negara maju, seperti dikuranginya penggunaan karcis parkir, tiket pesawat/kereta/moda transportasi lain dalam bentuk kertas dengan menggantinya dalam bentuk kartu. Saya juga berharap kegiatan surat menyurat di instansi pemerintah dan perkantoran dapat diganti dengan surat elektronik (surel). Selain menghemat kertas, juga lebih cepat dalam pengirimannya, kan?
Peran peneliti juga diperlukan dalam mewujudkan era paperless ini. Dibutuhkan riset misalnya untuk bahan baku pengganti dalam memproduksi kertas. Misalnya memanfaatkan tanaman lain, tanpa harus menebang pohon di hutan.
Saya juga berharap semakin banyak muncul Koran dalam bentuk digital, buku-buku pengetahuan dalam bentuk e-book, modul, jurnal, novel, dll.

Memang sangat dibutuhkan sosialisasi terus menerus untuk menerapkan kebijakan paperless ini sehingga menjadi suatu budaya baru untuk menjaga kondisi lingkungan sekarang ini. Kebijakan penerapan paperless ini seharusnya juga didukung oleh pemerintah, misalnya membuat suatu regulasi.
Sekian, tulisan dari saya. Ingat, sekecil apa pun upaya yang kamu untuk mengurangi penggunaan kertas, akan sangat membantu kondisi lingkungan kita.Ajak teman-teman, dan saudara kamu untuk membudayakan Paperless ini. Demi bumi kita, demi lingkungan kita! Go Green!
Yuk, cintai lingkungan!

Pertamina banner

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | 12 Comments »

Ramadhan dan KKN

Posted by takpenting pada Agustus 17, 2012

Ramadhan tahun ini terasa sangat spesial dibandingkan ramadhan-ramadhan sebelumnya.kalo biasanya ramadhan banyak dihabiskan di rumah atau kampus, khusus tahun ini saya menghabisk masa ramadhan di lokasi KKN. Ya, kebetulan semester ini saya mengambil mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang kebetulan bertepatan dengan bulan ramadhan.

Hari pertama ramadhan terasa lumayan berat. Berhubung adanya perbedaan penetapan tanggal 1 Ramadhan, saya mulai berpuasa tanggal 20 Juli, sedangkan semua teman saya di pondokan KKN mulai berpuasa tanggal 21 Juli. beraaaat😀

sholat tarawih sendiri…dan sahur sendirian pula, #foreveralone hehe..

Nah, jadi ramadhan tahun ini saya habiskan untuk menjalankan program-program kerja KKN baik individu maupun kelompok. Mau tau apa aja? mau lah ya…mau donk..😀


Pelatihan badminton ke anak-anak kecil


Bimbingan Belajar Bahasa Inggris


Kegiatan TPA dan Baca Tulis Quran


Plangisasi! ngga lengkap rasanya KKN tanpa program kerja plangisasi😀


kegiatan outbond untuk anak-anak


Pelatihan dan perlombaan roket air


Sumbangam buku untuk perpustakaan setempat


kegiatan kerja bakti “bersih-bersih desa”


Pembuatan pupuk kandang dan pupuk kompos


Kunjungan tim penilai lomba kebersihan desa


Pelatihan keterampilan tangan


Pemutaran film edukasi


Pelayanan kesehatan gratis


Perlombaan mancing ikan


Suasana pedesaan lokasi KKN

Walaupun Ramadhan ini sedikit terganggu ibadah saya oleh kegiatan-kegiatan KKN, tapi dari KKN ini saya belajar banyak pelajaran-pelajaran hidup, bersosialisasi dengan masayarakat, bekerjasama dengan tim, mengenal adat dan kebudayaan setempat. semua itu tidak saya dapatkan selama di bangku kuliah

selamat lebaran!

<div style="color: #ba7a00;" align="center"><strong>Postingan ini dalam rangka <a href="http://pojokpulsa.co.id/lomba-blog-pojok-pulsa-agustus-2012/">Lomba Blog Pojok Pulsa</a>: </strong>
<a href="http://pojokpulsa.co.id/">Pojok Pulsa</a> – <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Pulsa Elektrik</a> - <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Pulsa Murah</a> - <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Voucher Game Online</a>.
Mau Pulsa Gratis? Follow: <a href="http://twitter.com/pojoktweet">@pojoktweet</a> | <a href="http://facebook.com/pojokpulsa.co.id">Facebook Page Pojok Pulsa</a> | <a href="https://plus.google.com/118409919371549259975/posts">Pojok Pulsa Google Plus Page</a></div>

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Suka Duka Berjualan Pulsa

Posted by takpenting pada Mei 27, 2012

Awal saya ‘tercebur’ di dunia jualan pulsa adalah melihat teman SMA saya yang punya penghasilan lebih dengan berjualan pulsa. Saya pikir-pikir, enak juga ya masih SMA tapi sudah punya penghasilan sendiri😀 lagipula saya ngga pengen terus-terusan minta duit sama ortu. Malu lah😀

Enaknya bisnis ini, kita saya ngga harus punya toko,warung atau konter. Saya bisa aja berjualan secara ‘mobile’ , asalkan memiliki jaringan dan pergaulan yang luas. Mulai dari teman kuliah, teman jaman SMA, tetangga, hingga teman-teman dari saudara saya,jadi pangsa pasar saya hehe..selain itu dalam menjalankan usaha ini saya ngga perlu mengeluarkan modal banyak. Enak ya?😀

Tapi ngga segampang itu juga kita nyari duit. Yang namanya bisnis, tetap ada tantangan dan rintangannya lah. Tapi anggap aja buat pengalaman. Mulai dari diomel-omelin pelanggan karena pulsa belum masuk atau nominal pulsa yang tidak sesuai dengan yang mereka pesan. Pernah juga dikomplain pelanggan, karena pulsa terlambat masuk. Atau pernah juga rugi banyak karena kesalahan saya sendiri yaitu gara-gara salah tulis nomor hape😀

Kadang saya berpikir, profesi penjual pulsa dengan debt collector sih beda-beda tipis. Sama-sama sering nagih hutang hehe😀 Pengalaman saya sih udah sering dihutangin sama temen yang belum bayar pulsa. Kadang ngga enak juga nagihnya. Tapi gimana lagi, daripada tekor😀

Namun dari segala duka berjualan pulsa, lebih banyak suka nya sih menurut saya. Kenapa?

Selain bisa nambah penghasilan, saya bisa juga nambah teman, loh kok bisa? Yaiyalah, siapa sih yang hari gini ngga butuh pulsa? Pulsa selalu dibutuhkan. Penjual pulsa selalu dicari-cari,hehe..saya bisa nambah kenalan baru dari orang-orang yang membutuhkan isi ulang pulsa.

Keuntungan lain? Bisa tau nomor hape cewe-cewe cantik,hehe..otomatis ketika mereka beli pulsa ke saya, bisa saya save nomornya hehe😀

Jadi, tak dapat dipungkiri, tingginya angka penggangguran di kota-kota di negeri ini  menyebabkan jumlah masyarakat dengan penghasilan di bawah rata-rata terus meningkat. Masyarakat menghadapi dilema yang berkepanjangan untuk tetap terus hidup di tengah tuntutan zaman yang sangat tidak sebanding dengan penghasilan mereka.

Di sisi lain, kebutuhan dan keperluan sehari-hari terus meningkat tanpa suatu kompromi, kejelasan dan kepastian. Berbagai alternatif pilihan yang ada seperti di sektor pemerintahan, sektor swasta dan sektor independen alias mandiri dengan memperkerjakan diri sendiri. Sektor pemerintahan (PNS) dan sektor swasta (karyawan) juga memiliki kapasitas yang sangat terbatas. Alternatif pilihan terakhir adalah dengan kemandirian, yaitu memulai usaha baru secara independen. Solusinya adalah berjualan pulsa! Ngga ada ruginya coba-coba jualan pulsa. Resiko yang didapat tidak terlalu besar karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Iya kan?

Tapi seiring dengan ‘menjamur’nya profesi penjual pulsa, mungkin anda khawatir dengan persaingan sesama penjual pulsa? Dekat dengan lokasi berjualan anda? Bersaing dengan teman sendiri berjualan pulsa? Ngga usah khawatir, coba deh perhatikan lagi, pengguna seluler di Indonesia makin banyak. Bahkan, jaman sekarang satu  orang punya lebih dari satu HP, 1 orang mengoperasikan lebih dari satu kartu operator seluler. Jadi meskipun banyak pesaing namun makin bertambah pula jumlah pelanggan. Pangsa pasar anda akan selalu terbuka.

Jadi ngga ada salahnya anda mencoba mencari peruntungan dengan berjualan pulsa. segera manfaatkan HP anda. Ngga harus buka warung, took atau konter lalu anda duduk menunggu. Sambil bekerja di tempat tugas, sambil kuliah,sambil sekolah arisan, pertemuan keluarga, anda dapat bisnis pulsa.

Sekian pengalaman saya berjualan pulsa🙂

Silakan berkomentar!

<div style="color: #ba7a00;" align="center"><strong>Postingan ini dalam rangka <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Lomba Blog Pojok Pulsa</a>: </strong>
<a href="http://pojokpulsa.co.id/">Pojok Pulsa</a> – <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Pulsa Elektrik</a> - <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Pulsa Murah</a> - <a href="http://pojokpulsa.co.id/">Voucher Game Online</a>.
Mau Pulsa Gratis? Follow: <a href="http://twitter.com/pojoktweet">@pojoktweet</a> | <a href="http://facebook.com/pojokpulsa.co.id">Facebook Page Pojok Pulsa</a> | <a href="https://plus.google.com/118409919371549259975/posts">Pojok Pulsa Google Plus Page</a></div>

Posted in Uncategorized | 6 Comments »

Bisnis Pulsa dan Prospeknya

Posted by takpenting pada April 23, 2012

bisnis pulsa bukan hal baru di negeri ini. sudah beberapa tahun ini, makin banyak yang menggeluti usaha ini. Mulai dari tua-muda, laki-laki-perempuan, bahkan ibu rumah tangga, mahasiswa, dan pelajar. Hal ini mungkin disebabkan mudahnya menjalankan usaha ini serta keuntungan yang didapat tidak sedikit.

Sebenarnya, apa alasan banyak orang dari berbagai kalangan mengikuti bisnis pulsa ini?

Pertama, dalam menjalankan usaha ini, tidak diperlukan modal yang terlalu banyak. Bahkan dalam berjualan pulsa pun tidak mengharuskan penjual memiliki warung atau kios untuk berjualan. Penjual bisa saja berjualan secara ‘mobile’ , asalkan memiliki jaringan dan pergaulan yang luas. Alasan kedua, yaitu Konsumen. Siapa sih yang hari gini ngga punya HP? Tentu sebuah  HP memerlukan pulsa. Nah, banyaknya pengguna HP di Indonesia inilah pangsa pasar yang sangat besar. Semua orang butuh pulsa, betul? Alasan Ketiga, yaitu resiko yang kecil. Saya pikir, dalam berjualan pulsa resiko akan kerugian yang didapat sangatlah kecil dibandingkan jenis usaha lain.

Berdasarkan itu pula, Pojok Pulsa menangkap peluang tersebut, dengan menyediakan server pulsa elektrik.

Pojok Pulsa Elektrik merupakan satu dari sekian banyak server pulsa elektrik nasional yang ada di Indonesia. Pojok Pulsa telah melayani pelanggannya selama 4 Tahun dengan pengalaman menangani puluhan juta transaksi pengisian voucher elektrik sampai saat ini.

Calon pedagang pulsa biasanya akan berhitung-hitung sebelum memutuskan untuk mendaftar pada satu Server pulsa elektrik yang diberikan oleh Server tersebut. Kecepatan dalam transaksi juga menjadi penilaiannya. Oleh karena itu Pojok Pulsa memberikan harga pulsa elektrik yang kompetitif, yang memungkinkan calon pedagang pulsa masih bisa bersaing tanpa mengabaikan pelayanan yang  diberikan.

Tertarik? kalo mau join, silakan kunjungi saja websitenya di http://pojokpulsa.co.id untuk syarat dan ketentuannya.

Silakan berkomentar!

🙂

Posted in Uncategorized | 4 Comments »

Kesetaraan Gender

Posted by takpenting pada April 10, 2012

berikut kultwit tentang kesetaraan gender dari @felixsiauw yg saya copas langsung dari account twitternya🙂

kaum liberalisme pny bnyk racun pemikiran untuk umat Muslim, yg paling sering diangkat adl pluralism, demokrasi, kesetaraan gender dll

lihat aja daftar LSM yg dibiayai ford foundation, USAID, AUSAID, dll, semua isu yang diangkat adalah isu yang serupa

khusus akhir2 ini, isu kesetaraan gender hendak diangkat menjadi UU, lewat RUU KKG (keadilan dan kesetraan gender)

dengan UU KKG ini, kaum liberalis mencoba meliberalkan perempuan dari hukum Allah, mensekulerisasi perempuan Muslim, atas nama gender

pada intinya RUU KKG ini berniat menyamakan hak dan kewajiban antara lelaki dan wanita, membuat semua sama antara lelaki dan wanita

dan isu gender ini pernah diusung pentolan JIL, musdah mulia, dlm FLA (fikih lintas agama) yg mengusulkan kesetaraan dalam agama Islam

kaum liberalis ini menganggap bahwa Al-Qur’an dan syariat Islam adl sumber bias gender (perlakuan tak setara thd perempuan)

misal, kaum liberalis mengguggat hak bagi waris lelaki yg 2x lipat wanita, talaq yg ada di tangan lelaki, poligami

juga menggugat kiprah politik perempuan, bolehnya memukul istri dalam syariat Islam, dan mengusulkan aturan2 itu dicabut

inilah semangat yang juga ditanamkan di dalam RUU KK gender, intinya membebaskan wanita agar berpikir seperti wanita2 barat kapitalis

karena itu perlu sy sedikit share tentang sejarah kemunculan isu feminisme / kesetaraan gender, supaya jelas bagi kita sikapinya

jauh sebelum hari ini, bias gender sebenarnya sudah terjadi ketika masa dark ages di eropa, abad petengahan, yaitu 5 – 15 M

saat itu gereja menjadi badan terkuat setelah landlord, agama katolik menjadi agama negara, dan aturan gereja adl mutlak

termasuk anggapan gereja saat itu adl menganggap gender wanita sbg aib, penyebab adam diusir dari surga, container of satan kata mereka

maka mulai gender wanita diperlakukan berbeda, masyarakat mengadopsi anggapan katolik, lalu anggap wanita warga kelas dua, dbwh laki2

begitulah dalam sejarah yunani, romawi, lalu kristen katolik, wanita tak berhenti dianggap sebagai bawahan pria, sub-ordinat

gender wanita dieksploitasi secara seksual di patung2, lukisan2, dan menjadi objek nafsu pria, tidak lebih dari itu

gender wanita dianggap beban karena tak mampu mencari nafkah, dikuasai laki2, dan boleh diperlakukan semena-mena

bahkan di eropa, penyihir wanita dinamai witches, makna konotatif yg kasar dibanding wizard atau magician yg merupakan penyihir laki2

wanita tak diperbolehkan belajar, ahli2 kimia wanita dianugrahi gelar witches dan dihukum bakar, tidak dengan pria

singkat cerita, gender wanita betul2 menderita, dosa sejak lahir, karena kristen menganggap merekalah sebab keluar dari surga

ditambah sekulerisasi barat yang akhirnya menjadikan standar kebahagiaan terletak pada harta, jabatan dan kenikmatan dunia

maka lahirlah gerakan feminisme di barat, sekali lagi, lahirlah feminisme di dunia barat, karena mereka merasa diperlakukan tidak adil

mereka mendesak bahwa gender laki2 dan gender wanita harusnya punya akses yg sama terhadap harta, kerja dan semua kebebasan lainnya

bila laki2 blh kerja mk wanita jg, laki2 blh berpolitik mk wanita jg, laki2 blh senang2 bercinta, wanita jg, bgt isu setara gender

hasilnya setara #gender?, rusaklah tatanan hidup, angka perceraian meningkat, AS kampiun dlm hal perceraian, single parent meroket

gara2 setara #gender, anak broken home menjamur, incest (seks antarkeluarga) bermunculan, depresi dan stress perempuan meningkat

mengapa itu terjadi? karena kesetraan #gender menyamakan antara lelaki dan wanita, padahal keduanya berbeda, punya jalur masing2

cacatnya kapitalis adalah menganggap pria dan wanita sama, padahal sudah jelas2 tak bisa disamakan secara #gender

cacatnya kapitalis adalah menjadikan standar kebahagiaan ada pada materi, dan ini tidak menguntungkan bagi #gender wanita

tapi inilah yg diinginkan kaum liberalis kapitalis, merusak tatanan masyarakat hingga mereka mengambil keuntungan, dan menjauhkan Islam

jadi perlu dipertegas, bahwa masalah #gender ini berasal dari tatanan hidup barat sekuler, bukan berasal dari Islam samasekali

dalam Islam, justru ketika Islam datang, perempuan jauh dimuliakan dibanding hidupnya pada masa yang lalu, diangkat derajatnya

Islam memandang pria dan wanita berbeda scr #gender, namun mendapatkan akses yang sama terhadap kebahagiaan, yaitu ridha Allah Swt

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.. (QS9:71)

itulah bedanya, kapitalis menjadikan kebahagiaan pada materi, ini merugikan wanita | dalam Islam kebahagiaan adl ridha Allah semata

maka dalam Islam, perempuan bisa sama bahagia dengan laki2, tak perlu isu kesetaraan #gender yg menyesatkan

lelaki berlomba shaf paling depan, perempuan berlomba shaf dibelakang, keduanya mendapat ridha Allah, jalur masing2 sudah tetap

lelaki berlomba syahid di medan jihad, perempuan berumrah mendapat pahala yang sama, jalurnya sudah ada, tak perlu disetarakan #gender

lelaki mencari nafkah untuk keluarga, perempuan mengurus rumah dan keluarganya, semua dapat ridha, tak perlu berlomba di jalur yang sama

subhanallah, itulah Islam, menggariskan untuk perempuan dan laki2 ada jalur lomba sendiri2, nggak berantem, salah satu keadilan Allah

dan malahan, bila ingin disetarakan #gender, hasilnya jadi hancur | pria cari nafkah angkat2 barang, perempuan bisa menyamai? tidak

perempuan melahirkan, laki2 bisa menyamai? tidak | laki2 memimpin kaumnya, bila wanita yg memimpin? stress dia

jadi kerusakan tatanan hidup adl bila perempuan diminta masuk ke jalur yg gak cocok dengan default setting-nya, dan sebaliknya

tak perlu kesetaraan #gender, Allah yang lebih tahu tentang jalur perlombaan kebaikan bagi wanita/pria, bukan manusia yg mengetahui

Allah yang menciptakan manusia termasuk perempuan, dan Allah yg lebih tau yg mana yg pantas bagi perempuan dan yg mana yg tidak

beginilah sistem taghut, maunya mengganti aturan Allah dengan aturan manusia, setara #gender, yg hasilnya malah merusak tatanan hidup

Islam memliakan wanita, tak ada yang lebih memuliakan wanita selain aturan Islam, yakin deh | yg lain kyk kesetaraan #gender merusak aja

Islam memerintahkan wanita menutup aurat, dan tak banyak menampakkan dirinya, karena yg berharga memang harus dilindungi dan dijaga

Islam menggariskan aktivitas wanita bersama2 dengan jamaah wanita, karena Islam menghormati wanita, dia tak dikumpulkan dgn pria🙂

Islam menaruh posisi ibu 3x lipat lebih dari posisi ayah, siapa yang harus ditaati ya Rasul? “ibumu!” ibumu!” “ibumu!” “lalu ayahmu!”

Rasul katakan “dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan wanita shalihah” (HR Muslim) | wee subhanAllah🙂

Rasul ucapkan “Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” (HR Ahmad) | wee masyaAllah😀

tak seperti kapitalis liberal yg mengukur kecantikan dari lekuk tubuh, Islam mengukur lewat ketakwaannya, amal ibadahnya

dan Islam menunjukkan pula bahwa pendukung pertama Rasul adl wanita, syahidah pertama jg wanita, Rasul wafat jg di pelukan wanita🙂

lalu mengapa poligami cm laki2 yg blh? >> emang perempuan mau punya dikelilingi cowok banyak? fitrahnya nggak kan (emang gw cewek apaan)

begitu jg waris lebih banyak laki2, krn harta itu dipake untuk keluarganya, sedang warisan bagian wanita untuknya semata, adil kan🙂

begitu juga pemukulan tehadap wanita bukan untuk kekerasan, tapi untuk ta’dib (mendidik) dan pukulan itu jg ada etikanya

laki2 baru boleh memukul bila istri maksiat dan 1) sudah dinasehati, 2) sudah didiamkan 3) sudah dipisah ranjang, tapi istri gak taubat

memukul istri jg nggak boleh di kepala, nggak boleh berbekas, dan nggak menyakitkan, masyaAllah, nah nah nah.. itulah Islam🙂

karena suami adl pemimpin istri, dia diserahkan wewenang oleh Allah agar suami menuntun istri ke surga Allah, menjaganya dr maksiat

kesimpulannya, tak ada negara yg menerapkan kesetaraan #gender lalu bener, yang ada tatanan hidupnya rusak, liat aja AS bosnya feminis

justru harkat martabat wanita diangkat dengan Islam, dengan penerapan syariat Islam dalam masa Khilafah Islam, wanita mulia

setidaknya itulah yang bisa kita lihat di sejarah dan juga fakta saat ini, so go away kesetaraan #gender, Islam tak perlu!🙂

sekian.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »

Kultwit Part 3

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

kembali saya copy-paste dari kultwitnya @cliffmubarak semoga bermanfaat🙂

“Semua agama sama, semua agama benar”itulah salah satu pemikiran dr penganut paham Pluralime Agama dan Liberalisme Islam.

Paham smacam itu jls mnolak kbnaran eksklusif akidah islam, & mmprsamakan Islam dg semua agama (agama lain jg rugi lho).

Krenanya, Fatwa MUI dlm Munasnya ke-7, merumuskan fenomena pngembangan paham ini & statusnya sbg paham yg brtentangan dg islam.

Keresahan atas gagasan-gagasan Islam liberal telah lama dirasakan banyak pihak.

Dalam Muktamar NU di Boyolali, direkomendasikan penolakan paham liberalisme dan ekstrimisme Islam.

Sikap anti Islam liberal ditunjukkan dg tdk dipilihnya Abdul Munir Mulkhan & Amin Abdullah dlm jajaran PP Muhammadiyah, krn liberal.

Sejumlah kalangan memberikan reaksi penolakan atas gagasan “penyegaran pemikiran Islam” yang disuarakan oleh Ulil*

Bahkan Ulil* sempat difatwa mati oleh sejumlah ulama yang tergabung dalam Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).

Puncak dari penolakan tersebut terjadi saat MUI mengadakan Musyawarah Nasional VII di Jakarta, Juli 2005.

Fatwa yg mnyatakan sekularisme, liberalisme & sekularisme Islam sbg sesat trsebut seakan mnjdi gong pperangan trhdp klmpk Islam liberal.

Pertarungan wacana antara Islam liberal dengan penentangnya telah lama berlangsung di negeri ini.

Meski demikian patut disayangkan karena sikap-sikap penolakan tersebut selama ini masih terkesan emosional dan apologetik.

Pemikiran Islam Indonesia menemukan dinamikanya dg lahirnya skelompok intelektual muda yg resah trhadap fnomena liberalisme Islam.

Brbeda dg klmpk serupa yg lain, intelektual muda ini mncoba mngcounter wcana liberalisme Islam sbg seorang ilmuan dg sikap ilmiahnya.

Sbagaimana kebanyakan aktivis Islam liberal yg brlatar belakang pndidikan tinggi & keakraban dg metodologi kajian agama kontemporer.

Sprti pndefinisian pluralisme agama yg diberikan oleh Ulil & Syafii Anwar sbg sikap mnghargai realitas prbedaan dlm masy (mutual respect).

Kedua pemikir liberal tersebut mencoba mengelabui masyarakat dengan mengaburkan makna sebenarnya dari pluralisme agama.

Pluralisme agama menyatakan semua agama sebagai jalan-jalan yang sah dan benar menuju Tuhan??

Pluralisme mengajarkan sikap mengakui adanya kebenaran dalam setiap agama.

Seorang pemeluk agama tidak berhak mengklaim agamanya sebagai satu-satunya agama yang benar atau yang paling benar.

Sikap ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari sikap inklusivisme agama dan kritik atas sikap eksklusif.

Inklusivisme brarti pngakuan adanya kbenaran di agama lain, ttp tdk sesempurna kebenaran yang dimiliki agama yang dianutnya.

Sebaliknya, eksklusif adlh klaim kbnaran mutlak hnya trdpat dlm satu agama, agama lain dianggap sesat & tdk mnyelamatkan.

Pemikir liberal tau kebenaran ttp mereka selalu membantah dan mencari argumen untuk menguatkan opininya.

Yang demikian itu disebut al-‘inadiyah.

Pemikir liberal bersikap takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

Mereka mnyatakan orang2 yg brpegang pd Qur’an & hadits sbg dogmatis, literalis, logosentris, fundamentalis, konservatif dll.

Sebaliknya, orang yang berpikiran liberal, relativistic dan skeptis justru dianggap sebagai pembaharu, kritis, dsb.

Mereka dg sengaja memutarbalikkan data dan fakta dengan berbagai argumennya, bahkan ayat dan hadits pilihan & pelintiran pun digunakan.

Kesalahan dijadikan seolah-olah benar, dan kebenaran dikaburkan sehingga membuat masyarakat menjadi bingung.

Marilah kita beranjak ke pluralisme, yg mana pluralisme juga merupakan salah satu bagian trio ulat agama.

Pluralisme agama merupakan suatu yang agung bagi komponen masyarakat barat dalam tatanan kehidupan sekulerisme.

Pluralisme (makna lain): nilai kebenaran agama dapat diambil dari agama yang lain

Padahal pra-syarat yang ada dalam islam menjelaskan bahwa islam telah dinyatakan sebuah agama sekaligus pandangan hidup yang sempurna.

Pluralisme itu sendirilah yang pada akhirnya membatasi nilai-nilai agama yang diagungkan.

Misal saja nih, pluralisme menganggap bahwa jilbab dan kerudung merupakan bentuk penolakan dari keberagaman itu sendiri.

Padahal, jilbab dan kerudung adalah nilai penting dari kewajiban seorang muslimah.

Pluralisme yang senantiasa di bicarakan oleh masyarakat barat, ternyata tidak juga menghargai minoritas muslim di negaranya.

Inilah pada faktanya, Pluralisme hadir bukan untuk menghargai budaya tapi menghancurkan budaya.

ISLAM justru MENGHARGAI nilai-nilai keberagaman dan PLURALITAS yang menghargai pluralitas dan keberagaman lainnya.

Negeri Andalusia (Spanyol) dulu dikenal sbg negeri 3 agama: Nasrani dan Yahudi hidup brdmpingan dg islam yg saat itu brkuasa dg adil & sentosa.

Kekinian kekhawatiran islam tdk menghargai pluralitas bukan saja dirasakan oleh non-muslim tapi juga dari muslim itu sendiri.

Sekulerism: bdaya barat adlh budaya terdepan telah menyeret kaum muslimin dlm tatanan khidupan masyarakat yg tdk mempunyai nilai moral.

Dimana akal dan pikiran manusia menjadi landasan bukan berasal dari kesucian dan nilai-nilai agama.

Pemikir liberal: kalau anda mengusung islam maka anda mengecam nilai-nilai perbedaan???

Pernyataan tendensius tadi, merupakan bentuk kesalahpahaman menilai islam.

Seakan-akan isu yang terlihat di media massa saat ini, memperlihatkan islam mengecam perbedaan.

Negeri yg melahirkan pluralisme: AS, Perancis, Inggris & Belanda, Islam dipojokan & dianggap suatu kbdayaan yg tak sesuai pluralisme.

Padahal, pluralisme yang mengagungkan keberagaman ternyata tidak mampu menerima perbedaan dari islam.

Justru kelompok2 pengusung pluralisme mngarahkan dunia pd satu agama brsama yg tentu melanggar fitrah manusia yg bragama & mmiliki akal.

Karena pluralisme agama sejalan dengan agenda globalisasi, ia pun masuk kedalam wacana keagamaan agama-agama, termasuk Islam.

Ketika paham ini masuk kedalam pemikiran keagamaan Islam respon yang timbul hanyalah adopsi ataupun modifikasi.

Respon yg tdk kritis ini akhirnya justru meleburkan nilai2 dan doktrin2 keagamaan Islam dlm arus pemikiran modernisasi dan globalisasi.

Para pendukung paham pluralisme ini sangat getol berupaya memaknai kembali konsep Ahlul Kitab.

Tentunya dengan mengesampingkan penafsian para ulama yang otoritatif. Kalau pun ada, dg ulama “pilihan”

Dalam memaknai konsep itu  proses dekonstruksi dengan menggunakan ilmu-ilmu Barat modern dianggap sah-sah saja.

Paham pluralisme agama trnyata bkan hanya sbuah wacana yg sifatnya teoritis, tapi telah merupakan gerakan sosial yang cenderung politis.

Karena gerakan sosial, maka wacana teologis dan filosofis ini akhirnya diterima masyarakat awam sbg paham persamaan agama2.

Tokoh2 masy: artis, aktifis LSM, tokoh politik tidak segan2 mngatakan bhwa semua agama sama, tdk ada agama yg lbh benar dr agama lain.

Justru islam datang untuk memberangus pluralisme dan menjadikan pluralitas agama dihargai dan dihormati.

Membangun peradaban dunia yang bertolak pada semangat perbedaan tanpa unsur paksaan dalam beragama dan beraqidah.

 

Silakan berkomentar!

Posted in Agama, coretanku, renungan | Dengan kaitkata: , , | 12 Comments »

Kultwit Part 2

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

Masih saya copy-paste dari kultwitnya @cliffmubarak tentang sekuler baca baik-baik,biar ngga salah paham. semoga bermanfaat

Telaah ini akan mengupas kitab Al-Islâm wa Ushûl al-Hukm karya Ali Abdur Raziq (1888-1966) yang terbit di Kairo tahun 1925.

Kitab yang terbit setahun setelah runtuhnya Khilafah tersebut intinya menolak Khilafah sebagai bagian ajaran Islam.

Ide batil Raziq itu telah mengobarkan perlawanan dari kalangan ulama saat itu, khususnya ulama Universitas al-Azhar.

Maklum, di universitas inilah Raziq bekerja sebagai dosen sastra dan sejarah Arab di Alexandria.

Para ulama itu secara ijma menyetujui keputusan memecat Raziq dari Korps Ulama al-Azhar.

Sayang, dominasi sekularisme di Dunia Islam akibat penjajahan telah mengaburkan hakikat yang jelas itu.

Tak sedikit kaum liberal yang mengidolakan sosok Raziq tersebut dan menggembar-gemborkan pemikirannya yang rusak.

Luthfi Assyaukanie, pentolan JIL, memuji habis-habisan Raziq sebagai peletak dasar teologi negara modern.

Yg telah menyelamatkan Islam dari pengalaman-pengalaman politik negatif yg terjadi sepanjang sejarah Islam (@assyaukanie, 2002).

Politisi sekular juga tak sedikit yang sangat mengagungkan ide Raziq. Misalnya saja Soekarno, presiden RI pertama.

Selain pengagum berat Mustafa Kamal Attaturk, Soekarno ternyata juga seorang pengikut fanatik Raziq.

Substansi gagasan Raziq dalam kitabnya, Al-Islâm wa Ushûl al-Hukm ialah SEKULARISASI ISLAM.

Artinya, Raziq ingin mengubah agama Islam yang asli menjadi agama sekular yang tidak mengajarkan suatu sistem pemerintahan.

Pendirian sekularistik Raziq itu cukup jelas ketika dia merumuskan hubungan agama dan negara.

Kata Raziq, Islam adlh, “Risâlah lâ hukm, wa dîn lâ dawlah.” (Islam adlh risalah, bukan pemerintahan. Islam adlh agama, bukan Negara)

Tahu arti sekularisme, dari asal kata “sekuler” yang biasa diartikan secara politis, yakni memisahkan agama dari negara.

Pengertian sekuler adalah memisahkan masalah keduniaan dengan masalah keakheratan.

Atau memisahkan masalah kehidupan kesehariann dengan agama.

Seakan tindak laku kita itu ada yang urusan keduniaan sendiri dan ukhrawi sendiri.

Tindakan yg ukhrawi dibatasi hanya pd urusan ibadah mahdhah (ritualis) / tindakan yg jelas acuan teksnya dlm Qur’an / Hadits.

Sementara yang tidak secara langsung disebut dalam teks, dianggap tak ada urusannya dengan akhlaq.

Tuhan dianggap tdk tahu, klau mmanipulasi uang proyek itu dosa. Tuhan dianggap tdk paham, klau mmperkaya diri itu sbuah kmungkaran.

Tuhan dianggap tidak memantau kelakuan yang tidak ditulis oleh teks yang diwahyukannya.

Begitulah bahayanya sekularisasi, yakni perbuatan yang membodohi ajaran Tuhan.

Memandang ketika teks ada, semisal kewajiban beramar makruf & berbuat adil, ttp krn brsifat umum, kemudian teks itu dianggap tidak ada.

Sewaktu-waktu teks itu dianggap ada, tapi pengertiannya disamarkan atau bahkan sengaja digelapkan.

Itulah kriminalitas dalam agama, yakni tindakan menyamarkan, menggelapkan atau memanipulasi substansi ajaran Tuhan.

Kalau yang membodohi adalah seorang yang dikenal ulama, maka urusannya menjadi amat serius dalam masalah dakwah.

Sekulerisme, berbahaya karena ide ini merupakan asas dari ideologi imperialis Kapitalisme.

Inti ide ini adlh mmisahkan agama dr kehidupan sosial-kemasyarakatan. Agama gn campur tangan dlm urusan sosial kemasyarakatan.

Politik, ekonomi, pendidikan, budaya, hubungan luar negeri, tidak boleh diatur oleh agama secara praktis.

Bukan berarti agama tidak diakui dalam sekulerisme ini, tapi agama dimandulkan hanya urusan ritual, moral, dan individual.

Dunia diatur oleh para kapitalis yg mmbuat aturan atas nama rakyat, tapi justru menyengsarakan rakyat.

Kemiskinan, konflik, kesengsaraan, ketidak adilan, mrpkn buah dr kepemimpinan ideologi Sekulerisme-Kapitalisme sekarang ini.

Sekularisme secara terminologis, adlh paham pemisahan agama dari segala aspek kehidupan.

Dengan sendirinya akan melahirkan pemisahan agama dari negara dan politik.

Timbulnya faham ini dari negara-negara Eropa. Negara yang pertama menerapkannya dalam pemerintahan ialah Perancis tahun 1789.

Namun sekularisme sebagai ideologi negara dinilai banyak pengamat telah gagal mencapai tujuannya.

Di Indonesia, Nurcholish memiliki peran besar dan tergolong berani dg jargon “pembaharu” nya.

Nurcholish: “Orang yang menolak sekularisasi lbh baik mati saja. Krn sekularisasi adlh inherent dg khidupan manusia skrng di dunia ini.

Meskipun mndapatkan tentangan keras dr tokoh2 Islam di Indonesia, paham sekularisasi Nurcholish Madjid tetap berjalan.

Nurcholish Madjid membungkus paham sekularisasinya dengan kata “pembaruan”.

Ia diberi sebutan oleh Majalah Tempo sebagai “Penarik Gerbong Kaum Pembaharu”.

Tokoh-tokoh Islam Liberal di Indonesia kemudiannya menjadikan sekularisasi sebagai program penting gerakan liberalisasi Islam.

Perjuangan kelompok Islam Liberal di Indonesia (dimotori JIL ) secara jelas mau membentuk negara sekular.

Mereka sudah menyatakan secara terbuka dan mendapat dukungan yang kuat dari tokoh-tokoh Islam di Indonesia.

Silakan berkomentar!

Posted in Agama, coretanku, renungan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kultwit Part 1

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

copy-paste dari kultwit @cliffmubarak baca baik-baik,biar ngga salah paham🙂 semoga bermanfaat

Istilah pluralisme yang sesungguhnya indah dan anggun justru telah ditafsirkan secara kebablasan.
Sesungguhnya toleransi dan kemajemukan telah diajarkan secara baku dalam Al-Quran.
Koeksistensi/hidup berdampingan scr damai antar-umat bragama jg sangat jelas diajarkan melalui ayat, lakum diinukum waliyadin.
Artinya: Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.
Wish full coexistent among religions, atau hidup berdamai anatar umat beragama di muka bumi.
Tidak ada yang salah kalau misalnya seorang Islam awam atau seorang tokoh Islam mengajak kita menghormati pluralisme.
Tarikh nabi sendiri itu juga penuh ajaran toleransi antar beragama.
Malahan antar-umat beragama boleh melakukan kemitraan di dalam peperangan sekalipun.
Banyak peristiwa di zaman nabi ketika umat nasrani brgabung dg tentara Islam utk mnghalau musuh yang akan menyerang Madinah.
Prihatin ada usaha-usaha ingin membablaskan pluralisme yang bagus itu menjadi sebuah pendapat yang ekstrim.
Pada dasarnya mereka mengatakan agama itu sama saja. Mengapa sama saja ? Karena tiap agama itu mencintai kebenaran.
Dan tiap agama mendidik pemeluknya untuk memegang moral yang jelas dalam membedakan baik dan buruk.
Seorang muslim sdh mngatakan bhwa smua agama itu sama & benar, maka tdk ada gunanya sholat, zakat, puasa, haji, dst.
Karena agama jelas tidak sama. Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus.
“Semua agama sama saja” dterima oleh kalangan muda Islam; artinya, mrka tdk prlu lg sholat, tik prlu lg mmegang syariat Islam.
Jika terbuai & terhanyutkan oleh pndapat yg sngat brbahaya, akhirnya mrka bs brgonta-ganti agama dg mdah sprti brgonta-ganti celana dlm.
Jika agama itu sama lantas apa gunanya ada masjid, ada gereja, ada kelenteng, ada vihara, ada sinagog, dan lain sebagainya.
Jelas sekali adanya think tank atau dapur-dapur pemikiran yang sangat tidak suka pd islam.
Think tank itu ada di negara-negara maju yang punya DANA BERLEBIH.
Punya kemewahan untuk memikirkan bagaimana melakukan GHAZWUL FIKRI (perang intelektual terhadap dunia Islam).
Misalnya, kepada Dunia Islam ditawarkan paham lâ diniyah sekularisme yang menganggap agama tidak penting.
Trmasuk pluralisme, yg kelihatannya indah, tapi ujung2nya adlh ingin menipiskan aqidah Islam agar kemudian kaum Muslim tdk fokus lgi.
Kalau intelektual generasi muda Islam sudah tipis imannya, selangkah lagi akan menjadi manusia sekuler.
Bahkan tidak mustahil mereka menjadi pembenci agamanya sendiri. Pluralisme itu indah asal jgn “kebablasan” dlm mmahaminya.
Sebelum saya membaca buku-buku Barat, baca Al-Quran dulu.
Orang yg sdh baca Quran, dia akan smpai pd kesimpulan bhwa brbgai ideologi yg dtawarkn oleh manusia sprti mainan anak2 yg tdk brbobot.
Paham Qur’an: ideologi yang sifatnya man-made, buatan manusia, itu hanya lucu-lucuan saja.
Hanya menghibur diri sesaat, untuk memenuhi kehausan intelektual ala kadarnya. Setelah itu bingung lagi.
Islam yang sudah melacurkan prinsipnya dengan berbagai nilai-nilai luar Islam. Hanya karena latah.
“The sign of a kafir is that he islost in the horizons. The sign of a Mukmin is that the horizons are lost in him.”
Intinya: Pluralisme hakikatnya indah & anggun, asal jgn kebablasan. Toleransi bukanlah mnahan diri tp memahami.
Semua agama baik adalah benar adanya, bukan berarti semua sama dan benar.
Semua agama (apapun) pd dasarnya begitu mudah & indah, maka jgn dipersulit & diperumit. Apa lg tafsirnya digadaikan/melacurkan agama.
Wish full coexistent among religions, atau hidup berdamai anatar umat beragama di muka bumi.
Indah dan nyamannya hidup berdampingan dan berbagi antar agama & sesama dlm koridor “toleransi yg tdk berlebihan”.

silakan berkomentar!

Posted in Agama, coretanku, renungan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

bosennya seorang blogger amatiran

Posted by takpenting pada November 1, 2010

Ok,ini postingan saya yang terbaru mungkin udah sekian bulan vakum dari dunia perblog-an. :p

ok sekian aja postingan saya yang singkat ini :p
masih males update:mrgreen:

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »