takpenting

coretan Takpenting

Kultwit Part 1

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

copy-paste dari kultwit @cliffmubarak baca baik-baik,biar ngga salah paham🙂 semoga bermanfaat

Istilah pluralisme yang sesungguhnya indah dan anggun justru telah ditafsirkan secara kebablasan.
Sesungguhnya toleransi dan kemajemukan telah diajarkan secara baku dalam Al-Quran.
Koeksistensi/hidup berdampingan scr damai antar-umat bragama jg sangat jelas diajarkan melalui ayat, lakum diinukum waliyadin.
Artinya: Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.
Wish full coexistent among religions, atau hidup berdamai anatar umat beragama di muka bumi.
Tidak ada yang salah kalau misalnya seorang Islam awam atau seorang tokoh Islam mengajak kita menghormati pluralisme.
Tarikh nabi sendiri itu juga penuh ajaran toleransi antar beragama.
Malahan antar-umat beragama boleh melakukan kemitraan di dalam peperangan sekalipun.
Banyak peristiwa di zaman nabi ketika umat nasrani brgabung dg tentara Islam utk mnghalau musuh yang akan menyerang Madinah.
Prihatin ada usaha-usaha ingin membablaskan pluralisme yang bagus itu menjadi sebuah pendapat yang ekstrim.
Pada dasarnya mereka mengatakan agama itu sama saja. Mengapa sama saja ? Karena tiap agama itu mencintai kebenaran.
Dan tiap agama mendidik pemeluknya untuk memegang moral yang jelas dalam membedakan baik dan buruk.
Seorang muslim sdh mngatakan bhwa smua agama itu sama & benar, maka tdk ada gunanya sholat, zakat, puasa, haji, dst.
Karena agama jelas tidak sama. Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus.
“Semua agama sama saja” dterima oleh kalangan muda Islam; artinya, mrka tdk prlu lg sholat, tik prlu lg mmegang syariat Islam.
Jika terbuai & terhanyutkan oleh pndapat yg sngat brbahaya, akhirnya mrka bs brgonta-ganti agama dg mdah sprti brgonta-ganti celana dlm.
Jika agama itu sama lantas apa gunanya ada masjid, ada gereja, ada kelenteng, ada vihara, ada sinagog, dan lain sebagainya.
Jelas sekali adanya think tank atau dapur-dapur pemikiran yang sangat tidak suka pd islam.
Think tank itu ada di negara-negara maju yang punya DANA BERLEBIH.
Punya kemewahan untuk memikirkan bagaimana melakukan GHAZWUL FIKRI (perang intelektual terhadap dunia Islam).
Misalnya, kepada Dunia Islam ditawarkan paham lâ diniyah sekularisme yang menganggap agama tidak penting.
Trmasuk pluralisme, yg kelihatannya indah, tapi ujung2nya adlh ingin menipiskan aqidah Islam agar kemudian kaum Muslim tdk fokus lgi.
Kalau intelektual generasi muda Islam sudah tipis imannya, selangkah lagi akan menjadi manusia sekuler.
Bahkan tidak mustahil mereka menjadi pembenci agamanya sendiri. Pluralisme itu indah asal jgn “kebablasan” dlm mmahaminya.
Sebelum saya membaca buku-buku Barat, baca Al-Quran dulu.
Orang yg sdh baca Quran, dia akan smpai pd kesimpulan bhwa brbgai ideologi yg dtawarkn oleh manusia sprti mainan anak2 yg tdk brbobot.
Paham Qur’an: ideologi yang sifatnya man-made, buatan manusia, itu hanya lucu-lucuan saja.
Hanya menghibur diri sesaat, untuk memenuhi kehausan intelektual ala kadarnya. Setelah itu bingung lagi.
Islam yang sudah melacurkan prinsipnya dengan berbagai nilai-nilai luar Islam. Hanya karena latah.
“The sign of a kafir is that he islost in the horizons. The sign of a Mukmin is that the horizons are lost in him.”
Intinya: Pluralisme hakikatnya indah & anggun, asal jgn kebablasan. Toleransi bukanlah mnahan diri tp memahami.
Semua agama baik adalah benar adanya, bukan berarti semua sama dan benar.
Semua agama (apapun) pd dasarnya begitu mudah & indah, maka jgn dipersulit & diperumit. Apa lg tafsirnya digadaikan/melacurkan agama.
Wish full coexistent among religions, atau hidup berdamai anatar umat beragama di muka bumi.
Indah dan nyamannya hidup berdampingan dan berbagi antar agama & sesama dlm koridor “toleransi yg tdk berlebihan”.

silakan berkomentar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: