takpenting

coretan Takpenting

Archive for the ‘renungan’ Category

Kultwit Part 3

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

kembali saya copy-paste dari kultwitnya @cliffmubarak semoga bermanfaat 🙂

“Semua agama sama, semua agama benar”itulah salah satu pemikiran dr penganut paham Pluralime Agama dan Liberalisme Islam.

Paham smacam itu jls mnolak kbnaran eksklusif akidah islam, & mmprsamakan Islam dg semua agama (agama lain jg rugi lho).

Krenanya, Fatwa MUI dlm Munasnya ke-7, merumuskan fenomena pngembangan paham ini & statusnya sbg paham yg brtentangan dg islam.

Keresahan atas gagasan-gagasan Islam liberal telah lama dirasakan banyak pihak.

Dalam Muktamar NU di Boyolali, direkomendasikan penolakan paham liberalisme dan ekstrimisme Islam.

Sikap anti Islam liberal ditunjukkan dg tdk dipilihnya Abdul Munir Mulkhan & Amin Abdullah dlm jajaran PP Muhammadiyah, krn liberal.

Sejumlah kalangan memberikan reaksi penolakan atas gagasan “penyegaran pemikiran Islam” yang disuarakan oleh Ulil*

Bahkan Ulil* sempat difatwa mati oleh sejumlah ulama yang tergabung dalam Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).

Puncak dari penolakan tersebut terjadi saat MUI mengadakan Musyawarah Nasional VII di Jakarta, Juli 2005.

Fatwa yg mnyatakan sekularisme, liberalisme & sekularisme Islam sbg sesat trsebut seakan mnjdi gong pperangan trhdp klmpk Islam liberal.

Pertarungan wacana antara Islam liberal dengan penentangnya telah lama berlangsung di negeri ini.

Meski demikian patut disayangkan karena sikap-sikap penolakan tersebut selama ini masih terkesan emosional dan apologetik.

Pemikiran Islam Indonesia menemukan dinamikanya dg lahirnya skelompok intelektual muda yg resah trhadap fnomena liberalisme Islam.

Brbeda dg klmpk serupa yg lain, intelektual muda ini mncoba mngcounter wcana liberalisme Islam sbg seorang ilmuan dg sikap ilmiahnya.

Sbagaimana kebanyakan aktivis Islam liberal yg brlatar belakang pndidikan tinggi & keakraban dg metodologi kajian agama kontemporer.

Sprti pndefinisian pluralisme agama yg diberikan oleh Ulil & Syafii Anwar sbg sikap mnghargai realitas prbedaan dlm masy (mutual respect).

Kedua pemikir liberal tersebut mencoba mengelabui masyarakat dengan mengaburkan makna sebenarnya dari pluralisme agama.

Pluralisme agama menyatakan semua agama sebagai jalan-jalan yang sah dan benar menuju Tuhan??

Pluralisme mengajarkan sikap mengakui adanya kebenaran dalam setiap agama.

Seorang pemeluk agama tidak berhak mengklaim agamanya sebagai satu-satunya agama yang benar atau yang paling benar.

Sikap ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari sikap inklusivisme agama dan kritik atas sikap eksklusif.

Inklusivisme brarti pngakuan adanya kbenaran di agama lain, ttp tdk sesempurna kebenaran yang dimiliki agama yang dianutnya.

Sebaliknya, eksklusif adlh klaim kbnaran mutlak hnya trdpat dlm satu agama, agama lain dianggap sesat & tdk mnyelamatkan.

Pemikir liberal tau kebenaran ttp mereka selalu membantah dan mencari argumen untuk menguatkan opininya.

Yang demikian itu disebut al-‘inadiyah.

Pemikir liberal bersikap takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

Mereka mnyatakan orang2 yg brpegang pd Qur’an & hadits sbg dogmatis, literalis, logosentris, fundamentalis, konservatif dll.

Sebaliknya, orang yang berpikiran liberal, relativistic dan skeptis justru dianggap sebagai pembaharu, kritis, dsb.

Mereka dg sengaja memutarbalikkan data dan fakta dengan berbagai argumennya, bahkan ayat dan hadits pilihan & pelintiran pun digunakan.

Kesalahan dijadikan seolah-olah benar, dan kebenaran dikaburkan sehingga membuat masyarakat menjadi bingung.

Marilah kita beranjak ke pluralisme, yg mana pluralisme juga merupakan salah satu bagian trio ulat agama.

Pluralisme agama merupakan suatu yang agung bagi komponen masyarakat barat dalam tatanan kehidupan sekulerisme.

Pluralisme (makna lain): nilai kebenaran agama dapat diambil dari agama yang lain

Padahal pra-syarat yang ada dalam islam menjelaskan bahwa islam telah dinyatakan sebuah agama sekaligus pandangan hidup yang sempurna.

Pluralisme itu sendirilah yang pada akhirnya membatasi nilai-nilai agama yang diagungkan.

Misal saja nih, pluralisme menganggap bahwa jilbab dan kerudung merupakan bentuk penolakan dari keberagaman itu sendiri.

Padahal, jilbab dan kerudung adalah nilai penting dari kewajiban seorang muslimah.

Pluralisme yang senantiasa di bicarakan oleh masyarakat barat, ternyata tidak juga menghargai minoritas muslim di negaranya.

Inilah pada faktanya, Pluralisme hadir bukan untuk menghargai budaya tapi menghancurkan budaya.

ISLAM justru MENGHARGAI nilai-nilai keberagaman dan PLURALITAS yang menghargai pluralitas dan keberagaman lainnya.

Negeri Andalusia (Spanyol) dulu dikenal sbg negeri 3 agama: Nasrani dan Yahudi hidup brdmpingan dg islam yg saat itu brkuasa dg adil & sentosa.

Kekinian kekhawatiran islam tdk menghargai pluralitas bukan saja dirasakan oleh non-muslim tapi juga dari muslim itu sendiri.

Sekulerism: bdaya barat adlh budaya terdepan telah menyeret kaum muslimin dlm tatanan khidupan masyarakat yg tdk mempunyai nilai moral.

Dimana akal dan pikiran manusia menjadi landasan bukan berasal dari kesucian dan nilai-nilai agama.

Pemikir liberal: kalau anda mengusung islam maka anda mengecam nilai-nilai perbedaan???

Pernyataan tendensius tadi, merupakan bentuk kesalahpahaman menilai islam.

Seakan-akan isu yang terlihat di media massa saat ini, memperlihatkan islam mengecam perbedaan.

Negeri yg melahirkan pluralisme: AS, Perancis, Inggris & Belanda, Islam dipojokan & dianggap suatu kbdayaan yg tak sesuai pluralisme.

Padahal, pluralisme yang mengagungkan keberagaman ternyata tidak mampu menerima perbedaan dari islam.

Justru kelompok2 pengusung pluralisme mngarahkan dunia pd satu agama brsama yg tentu melanggar fitrah manusia yg bragama & mmiliki akal.

Karena pluralisme agama sejalan dengan agenda globalisasi, ia pun masuk kedalam wacana keagamaan agama-agama, termasuk Islam.

Ketika paham ini masuk kedalam pemikiran keagamaan Islam respon yang timbul hanyalah adopsi ataupun modifikasi.

Respon yg tdk kritis ini akhirnya justru meleburkan nilai2 dan doktrin2 keagamaan Islam dlm arus pemikiran modernisasi dan globalisasi.

Para pendukung paham pluralisme ini sangat getol berupaya memaknai kembali konsep Ahlul Kitab.

Tentunya dengan mengesampingkan penafsian para ulama yang otoritatif. Kalau pun ada, dg ulama “pilihan”

Dalam memaknai konsep itu  proses dekonstruksi dengan menggunakan ilmu-ilmu Barat modern dianggap sah-sah saja.

Paham pluralisme agama trnyata bkan hanya sbuah wacana yg sifatnya teoritis, tapi telah merupakan gerakan sosial yang cenderung politis.

Karena gerakan sosial, maka wacana teologis dan filosofis ini akhirnya diterima masyarakat awam sbg paham persamaan agama2.

Tokoh2 masy: artis, aktifis LSM, tokoh politik tidak segan2 mngatakan bhwa semua agama sama, tdk ada agama yg lbh benar dr agama lain.

Justru islam datang untuk memberangus pluralisme dan menjadikan pluralitas agama dihargai dan dihormati.

Membangun peradaban dunia yang bertolak pada semangat perbedaan tanpa unsur paksaan dalam beragama dan beraqidah.

 

Silakan berkomentar!

Posted in Agama, coretanku, renungan | Dengan kaitkata: , , | 12 Comments »

Kultwit Part 2

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

Masih saya copy-paste dari kultwitnya @cliffmubarak tentang sekuler baca baik-baik,biar ngga salah paham. semoga bermanfaat

Telaah ini akan mengupas kitab Al-Islâm wa Ushûl al-Hukm karya Ali Abdur Raziq (1888-1966) yang terbit di Kairo tahun 1925.

Kitab yang terbit setahun setelah runtuhnya Khilafah tersebut intinya menolak Khilafah sebagai bagian ajaran Islam.

Ide batil Raziq itu telah mengobarkan perlawanan dari kalangan ulama saat itu, khususnya ulama Universitas al-Azhar.

Maklum, di universitas inilah Raziq bekerja sebagai dosen sastra dan sejarah Arab di Alexandria.

Para ulama itu secara ijma menyetujui keputusan memecat Raziq dari Korps Ulama al-Azhar.

Sayang, dominasi sekularisme di Dunia Islam akibat penjajahan telah mengaburkan hakikat yang jelas itu.

Tak sedikit kaum liberal yang mengidolakan sosok Raziq tersebut dan menggembar-gemborkan pemikirannya yang rusak.

Luthfi Assyaukanie, pentolan JIL, memuji habis-habisan Raziq sebagai peletak dasar teologi negara modern.

Yg telah menyelamatkan Islam dari pengalaman-pengalaman politik negatif yg terjadi sepanjang sejarah Islam (@assyaukanie, 2002).

Politisi sekular juga tak sedikit yang sangat mengagungkan ide Raziq. Misalnya saja Soekarno, presiden RI pertama.

Selain pengagum berat Mustafa Kamal Attaturk, Soekarno ternyata juga seorang pengikut fanatik Raziq.

Substansi gagasan Raziq dalam kitabnya, Al-Islâm wa Ushûl al-Hukm ialah SEKULARISASI ISLAM.

Artinya, Raziq ingin mengubah agama Islam yang asli menjadi agama sekular yang tidak mengajarkan suatu sistem pemerintahan.

Pendirian sekularistik Raziq itu cukup jelas ketika dia merumuskan hubungan agama dan negara.

Kata Raziq, Islam adlh, “Risâlah lâ hukm, wa dîn lâ dawlah.” (Islam adlh risalah, bukan pemerintahan. Islam adlh agama, bukan Negara)

Tahu arti sekularisme, dari asal kata “sekuler” yang biasa diartikan secara politis, yakni memisahkan agama dari negara.

Pengertian sekuler adalah memisahkan masalah keduniaan dengan masalah keakheratan.

Atau memisahkan masalah kehidupan kesehariann dengan agama.

Seakan tindak laku kita itu ada yang urusan keduniaan sendiri dan ukhrawi sendiri.

Tindakan yg ukhrawi dibatasi hanya pd urusan ibadah mahdhah (ritualis) / tindakan yg jelas acuan teksnya dlm Qur’an / Hadits.

Sementara yang tidak secara langsung disebut dalam teks, dianggap tak ada urusannya dengan akhlaq.

Tuhan dianggap tdk tahu, klau mmanipulasi uang proyek itu dosa. Tuhan dianggap tdk paham, klau mmperkaya diri itu sbuah kmungkaran.

Tuhan dianggap tidak memantau kelakuan yang tidak ditulis oleh teks yang diwahyukannya.

Begitulah bahayanya sekularisasi, yakni perbuatan yang membodohi ajaran Tuhan.

Memandang ketika teks ada, semisal kewajiban beramar makruf & berbuat adil, ttp krn brsifat umum, kemudian teks itu dianggap tidak ada.

Sewaktu-waktu teks itu dianggap ada, tapi pengertiannya disamarkan atau bahkan sengaja digelapkan.

Itulah kriminalitas dalam agama, yakni tindakan menyamarkan, menggelapkan atau memanipulasi substansi ajaran Tuhan.

Kalau yang membodohi adalah seorang yang dikenal ulama, maka urusannya menjadi amat serius dalam masalah dakwah.

Sekulerisme, berbahaya karena ide ini merupakan asas dari ideologi imperialis Kapitalisme.

Inti ide ini adlh mmisahkan agama dr kehidupan sosial-kemasyarakatan. Agama gn campur tangan dlm urusan sosial kemasyarakatan.

Politik, ekonomi, pendidikan, budaya, hubungan luar negeri, tidak boleh diatur oleh agama secara praktis.

Bukan berarti agama tidak diakui dalam sekulerisme ini, tapi agama dimandulkan hanya urusan ritual, moral, dan individual.

Dunia diatur oleh para kapitalis yg mmbuat aturan atas nama rakyat, tapi justru menyengsarakan rakyat.

Kemiskinan, konflik, kesengsaraan, ketidak adilan, mrpkn buah dr kepemimpinan ideologi Sekulerisme-Kapitalisme sekarang ini.

Sekularisme secara terminologis, adlh paham pemisahan agama dari segala aspek kehidupan.

Dengan sendirinya akan melahirkan pemisahan agama dari negara dan politik.

Timbulnya faham ini dari negara-negara Eropa. Negara yang pertama menerapkannya dalam pemerintahan ialah Perancis tahun 1789.

Namun sekularisme sebagai ideologi negara dinilai banyak pengamat telah gagal mencapai tujuannya.

Di Indonesia, Nurcholish memiliki peran besar dan tergolong berani dg jargon “pembaharu” nya.

Nurcholish: “Orang yang menolak sekularisasi lbh baik mati saja. Krn sekularisasi adlh inherent dg khidupan manusia skrng di dunia ini.

Meskipun mndapatkan tentangan keras dr tokoh2 Islam di Indonesia, paham sekularisasi Nurcholish Madjid tetap berjalan.

Nurcholish Madjid membungkus paham sekularisasinya dengan kata “pembaruan”.

Ia diberi sebutan oleh Majalah Tempo sebagai “Penarik Gerbong Kaum Pembaharu”.

Tokoh-tokoh Islam Liberal di Indonesia kemudiannya menjadikan sekularisasi sebagai program penting gerakan liberalisasi Islam.

Perjuangan kelompok Islam Liberal di Indonesia (dimotori JIL ) secara jelas mau membentuk negara sekular.

Mereka sudah menyatakan secara terbuka dan mendapat dukungan yang kuat dari tokoh-tokoh Islam di Indonesia.

Silakan berkomentar!

Posted in Agama, coretanku, renungan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kultwit Part 1

Posted by takpenting pada Desember 12, 2010

copy-paste dari kultwit @cliffmubarak baca baik-baik,biar ngga salah paham 🙂 semoga bermanfaat

Istilah pluralisme yang sesungguhnya indah dan anggun justru telah ditafsirkan secara kebablasan.
Sesungguhnya toleransi dan kemajemukan telah diajarkan secara baku dalam Al-Quran.
Koeksistensi/hidup berdampingan scr damai antar-umat bragama jg sangat jelas diajarkan melalui ayat, lakum diinukum waliyadin.
Artinya: Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.
Wish full coexistent among religions, atau hidup berdamai anatar umat beragama di muka bumi.
Tidak ada yang salah kalau misalnya seorang Islam awam atau seorang tokoh Islam mengajak kita menghormati pluralisme.
Tarikh nabi sendiri itu juga penuh ajaran toleransi antar beragama.
Malahan antar-umat beragama boleh melakukan kemitraan di dalam peperangan sekalipun.
Banyak peristiwa di zaman nabi ketika umat nasrani brgabung dg tentara Islam utk mnghalau musuh yang akan menyerang Madinah.
Prihatin ada usaha-usaha ingin membablaskan pluralisme yang bagus itu menjadi sebuah pendapat yang ekstrim.
Pada dasarnya mereka mengatakan agama itu sama saja. Mengapa sama saja ? Karena tiap agama itu mencintai kebenaran.
Dan tiap agama mendidik pemeluknya untuk memegang moral yang jelas dalam membedakan baik dan buruk.
Seorang muslim sdh mngatakan bhwa smua agama itu sama & benar, maka tdk ada gunanya sholat, zakat, puasa, haji, dst.
Karena agama jelas tidak sama. Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus.
“Semua agama sama saja” dterima oleh kalangan muda Islam; artinya, mrka tdk prlu lg sholat, tik prlu lg mmegang syariat Islam.
Jika terbuai & terhanyutkan oleh pndapat yg sngat brbahaya, akhirnya mrka bs brgonta-ganti agama dg mdah sprti brgonta-ganti celana dlm.
Jika agama itu sama lantas apa gunanya ada masjid, ada gereja, ada kelenteng, ada vihara, ada sinagog, dan lain sebagainya.
Jelas sekali adanya think tank atau dapur-dapur pemikiran yang sangat tidak suka pd islam.
Think tank itu ada di negara-negara maju yang punya DANA BERLEBIH.
Punya kemewahan untuk memikirkan bagaimana melakukan GHAZWUL FIKRI (perang intelektual terhadap dunia Islam).
Misalnya, kepada Dunia Islam ditawarkan paham lâ diniyah sekularisme yang menganggap agama tidak penting.
Trmasuk pluralisme, yg kelihatannya indah, tapi ujung2nya adlh ingin menipiskan aqidah Islam agar kemudian kaum Muslim tdk fokus lgi.
Kalau intelektual generasi muda Islam sudah tipis imannya, selangkah lagi akan menjadi manusia sekuler.
Bahkan tidak mustahil mereka menjadi pembenci agamanya sendiri. Pluralisme itu indah asal jgn “kebablasan” dlm mmahaminya.
Sebelum saya membaca buku-buku Barat, baca Al-Quran dulu.
Orang yg sdh baca Quran, dia akan smpai pd kesimpulan bhwa brbgai ideologi yg dtawarkn oleh manusia sprti mainan anak2 yg tdk brbobot.
Paham Qur’an: ideologi yang sifatnya man-made, buatan manusia, itu hanya lucu-lucuan saja.
Hanya menghibur diri sesaat, untuk memenuhi kehausan intelektual ala kadarnya. Setelah itu bingung lagi.
Islam yang sudah melacurkan prinsipnya dengan berbagai nilai-nilai luar Islam. Hanya karena latah.
“The sign of a kafir is that he islost in the horizons. The sign of a Mukmin is that the horizons are lost in him.”
Intinya: Pluralisme hakikatnya indah & anggun, asal jgn kebablasan. Toleransi bukanlah mnahan diri tp memahami.
Semua agama baik adalah benar adanya, bukan berarti semua sama dan benar.
Semua agama (apapun) pd dasarnya begitu mudah & indah, maka jgn dipersulit & diperumit. Apa lg tafsirnya digadaikan/melacurkan agama.
Wish full coexistent among religions, atau hidup berdamai anatar umat beragama di muka bumi.
Indah dan nyamannya hidup berdampingan dan berbagi antar agama & sesama dlm koridor “toleransi yg tdk berlebihan”.

silakan berkomentar!

Posted in Agama, coretanku, renungan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kisah Seorang Ayah

Posted by takpenting pada November 22, 2009

Perlu diketahui, tulisan saya di bawah ini saya copy dari thread di kaskus yang sempat menjadi hot thread. Saya tulis kembali disini agar dapat di share dan semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua 🙂

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Saya repost dari thread di kaskus yg sempat jadi hot thread.
Silakan berkomentar!

Posted in renungan | 4 Comments »

Tujuhbelasan

Posted by takpenting pada Agustus 13, 2009

Penting gak sih ketika kita dan lingkungan sekitar rumah kita pada bulan Agustus ini memasang bendera merah putih di halaman rumah masing-masing? Saya pikir sih memang penting. Dengan memasang bendera merah putih, maka kita akan mengingat kembali hari kemerdekaan negara ini, mengingat jasa-jasa para pejuang kita yang mungkin kalau pada bulan-bulan selain Agustus kita seakan melupakannya.
Tapi yang lebih penting lagi, kita juga harus memasang sang merah putih di dada kita masing-masing, (gimana caranya ya?) 🙄 Saya kira hal ini lebih penting daripada kita ‘hanya’ memasang bendera merah putih di halaman rumah kita saja. Diperlukan semangat nasionalisme pada diri kita masing-masing untuk membangun negara ini lebih baik.
Yaudah, Segitu aja deh tulisan saya yang makin ‘ngawur’ ini ya 😳

Maju terus Indonesiaku! Bangkitlah Merah Putih!
Silakan berkomentar!

Posted in renungan | Dengan kaitkata: , , | 5 Comments »

Tukang Sampah is Hero

Posted by takpenting pada April 10, 2009

Pernahkah terlintas di pikiran anda, anda menjadi seorang tukang sampah?
Mungkin yang terlintas di pikiran kita, tukang sampah adalah pekerjaan hina, pekerjaan kotor, tak berpendidikan, bau dan semacamnya. Tapi pernahkah anda berpikir bagaimana jadinya bila di dunia ini tidak ada tukang sampah? Hhhh..Pastinya sampah berserakan dimana-mana, sampah menumpuk di rumah kita, bau busuk menusuk hidung, lalat-lalat berdatangan, Mereka (tukang sampah) sering dipandang remeh, direndahkan oleh orang banyak.
Padahal tukang sampah adalah pahlawan kita! Pahlawan lingkungan! Suatu pekerjaan mulia. Walaupun pendapatan mereka tak sebanding dengan pekerjaan lainnya. Tukang sampah bahkan lebih terhormat daripada para pejabat berdasi nan tajir, wangi, bermobil mewah tapi berotak maling (mereka ini yg pantas disebut sampah masyarakat). Tukang sampah di Indonesia rata-rata minim perlengkapan. Mereka bekerja tanpa sarung tangan, sepatu boot, masker dan perlengkapan lainnya. Padahal pekerjaan mereka sangat beresiko terkena penyakit, terkena benda-benda tajam, dll. Tak heran, tukang sampah harian di rumah saya sering sekali absen dengan alasan sakit.
Semoga kita bisa lebih menghargai jasa tukang sampah.
Silahkan berkomentar!

Posted in renungan | Dengan kaitkata: , | 8 Comments »